Ulthera : pengencangan kulit instan tanpa downtime

Foto pasien sebelum ULTHERA (kiri) dan 1 hari setelah ULTHERA (kanan)

Apa yang dimaksud dengan ULTHERA?

ULTHERA atau ULTHERAPY adalah salah satu cara untuk mengencangkan kulit (terutama kulit wajah tanpa suntikan / operasi)

Bagaimana cara kerja ULTHERA?

ULTHERA bekerja dengan cara menyalurkan gelombang suara ultra (ultra sound) ke kulit yang di fokuskan sehingga menimbulkan energi panas 65-70°C.

Panas yang di buat, cukup pas untuk merangsang pembentukan kolagen baru pada kulit. Lebih panas akan merusak kulit, lebih dingin tidak mencapai hasil yang optimum.

Tampilan monitor layar Ulthera

Kapan kita melakukan ULTHERA?

Kapan saja, untuk mengencangkan kulit misalnya pipi, dagu yang kendur.

Kapan terlihat hasilnya?

Sesaat setelah ULTHERA, kulit sudah terlihat lebih kencang sekitar 15-20%. Pengencangan akan terus terjadi bertahap, semakin lama semakin bagus. Hasil signifikan mulai terlihat setelah satu bulan dan berjalan terus sampai 6 bulan.

Apakah perlu diulang?

Ya, dianjurkan untuk diulang setiap 6 bulan.

Apakah tindakan ULTHERA sakit? Banyak yang bilang sakit sekali.

Ambang rasa sakit adalah relatif dan individual, namun kami akan selalu melalukan persiapan pre-tindakan untuk membuat pasien senyaman mungkin. Sebagian besar tindakan ULTHERA dapat dijalani dengan nyaman oleh pasien.

Apa persiapan pre-tindakan yang dilakukan?

Biasanya area yang akan diterapi, dioleskan krim anestesi untuk menimbulkan rasa baal/ kebal. Krim didiamkan selama 45-60 menit. Sambil menunggu, pasien diberikan obat minum penghilang rasa sakit.

Apa yang dimaksud dengan ‘tindakan instan tanpa downtime’ pada judul artikel ini?

Tindakan Ulthera ini instan, alias sangat cepat. Krim anestesi dioleskan, menunggu 1 jam, lalu tindakan dilakukan selama 30 menit. Total maksimal 2 jam dan hasil langsung terlihat nyata.

Downtime adalah ‘masa jelek’ seseorang pasca tindakan. Contoh tampilan downtime adalah merah-merah di kulit, memar, ada jahitan yang gak boleh kena basah, dsb yang kadang mengganggu aktivitas sosial.

Sedangkan Ulthera tidak memiliki downtime karena Ulthera bekerja di lapisan otot (dalam sekali) dan tidak mengganggu permukaan kulit. Jadi setelah Ulthera, pasien dapat beraktivitas seperti biasa. Asik kan!

Apakan ULTHERA sama dengan HIFU?

HIFU merupakan alat tiruan. ULTHERA adalah merk paten original, dibuat di Amerika (made in USA). Alat ini sangat presisi/ tepat sasaran, sehingga dokter dapat melihat lapisan target dengan jelas di layar komputer. Energinya pun sangat stabil. Kualitas, profil keamanan ULTHERA jauh lebih baik daripada HIFU (tentu saja harga ULTHERA juga jauh lebih mahal).

Apakah ULTHERA boleh di kombinasikan dengan tindakan lain seperti botox, filler, dll?

Boleh, akan tetapi ULTHERA harus selalu dilakukan duluan, baru tindakan yang lain.

Dimana bisa membuat perjanjian?

Di klinik Sawo15menteng WA 0813-1115-1085 atau telpon ke 021-3916241.

Profil dr. Edwin Djuanda, SpKK, FINSDV, FAADV

  • Lulus sebagai dokter umum FKUI 1978
  • Lulus sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin FKUI 1989
  • Bekerja sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin pertama di Balikpapan, Kalimantan Timur tahun 1990-1992
  • Mengikuti kursus liposuction under tumescent anesthesia di Graduate Hospital Philadephia tahun 1990 dan sejak saat itu menjadi dokter pertama yang melakukan liposuction dengan teknik tumesen di Indonesia
  • Turut mendirikan klinik spesialis kulit pertama di Jakarta – Jakarta Skin Center – tahun 1993, sekaligus menjabat sebagai Wakil Direktur Medis hingga saat ini
  • Menjabat sebagai Ketua Kelompok Studi Bedah Kulit PERDOSKI tahun 2000-2009
  • Instruktur pelatihan Botox dan filler dari Allergan Academy sejak tahun 2015 sampai sekarang
  • Sampai saat ini sudah mengerjakan berbagai tindakan bedah kulit, bedah kosmetik, dan tindakan non-invasif seperti liposuction, eyelid surgery, Botox, dan filler.

Profil dr. Raissa Djuanda, M, Gizi, SpGK

  • Lulus sebagai dokter umum FKUI
  • Lulus sebagai magister gizi FKUI 
  • Lulus sebagai dokter spesialis gizi klinik FKUI
  • Selama studi pernah mendapatkan penghargaan dari Rektor Universitas Indonesia sebagai mahasiswa berprestasi di bidang olahraga
  • Tahun 2019 mendapatkan sertifikasi dari Harvard Medical School dalam bidang “Obesity Medicine”
  • Aktif menjadi narasumber acara mengenai gizi di televisi, radio, surat kabar, sosial media, hingga seminar awam
  • Saat ini menjadi tim medis di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
  • Saat ini aktif sebagai pengurus Perhimpunan Gizi Klinik Indonesia cabang DKI Jakarta (PDGKI Jaya) bidang Hubungan Masyarakat

Profil dr. Rachel Djuanda, SpKK

Wisuda dokter spesialis kulit dan kelamin tahun 2015 (saat itu sedang mengandung putra kedua)
  • Lulus sebagai dokter umum FKUI 2008
  • Lulus sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin FKUI 2015
  • Merupakan anggota dari American Society of Dermatologic Surgery
  • Menjabat sebagai komite medis di RSU Bunda Jakarta
  • Mengemban tugas sebagai verifikator P2KB DKI Jakarta
  • Saat ini tertarik pada bidang dermatologi: dermatitis atopik/ kulit sensitif pada bayi dan anak, scars management (acne scars, keloid), dermatologic surgery/ tindakan bedah kulit (bedah eksisi, bedah listrik, bedah laser, liposuction, blefaroplasti)